Bagaimana
jadinya jika seorang manusia mengakui dirinya sebagai tuhan?
Padang pasir, merupakan salah satu ciri Negri Mesir, dalam kitab suci Al-Qur’an
banyak surat yang menceritakan tentang tokoh yang bernama Fir’aun, pada
zamannya, Mesir merupakan negri yang dipimpin oleh seorang raja, yang bernama
fir’aun.
Diceritakan,
Fir’aun ini adalah tokoh yang membangkang terhadap Tuhan, dia merasa bahwa
dirinyalah Tuhan, dia menyuruh para rakayatnya menyembah kepadanya, jika ada
yang tidak menyembahnya, maka orang tersebut akan disiksa samapi mati, dirinya juga tidak pernah
merasa sakit, selalu sehat , dan hartanyapun bergelimang. Fir’aun merasa
sombong terhadang kekuasaanya.
Sampai suatu
ketika, dia bermimpi tentang hal yang membuat dirinya takut, para peramal mimpi
didatangkan keistananya, para peramal mengatakan bahwa sebentar lagi akan lahir
seorang anak laki-laki dan akan mengambil kekuasaan Fir’aun, mendengar itu
Fir’aun tidak terima bahwa dirinya akan jatuh dan hancur. Lalu dibuatlah suatu
aturan , jika ada dinegara tersebut lahir seorang bayi laki-laki, maka bayi
tersebut wajib dibunuh, dan jika bayi yang lahir itu adalah bayi perempuan,
makan dibiarkan hidup.
Telah banyak
seorang ibu kehilangan anaknya karena peraturan itu. Dan ternyata ada seorang
ibu yang melahirkan seorang anak laki-laki, namun dia merasa tidak tega untuk
menyerahkan anak yang disayanginya itu kepada Fir’aun untuk dibunuh, lalu ibu
itu mengambil sebuah peti, dimasukkannyalah anak laki-laki itu kedalam peti
itu, dan dihanyutkan disepanjang sungai Nil,dan ternyata peti tersebut
ditemukan oleh istri Fir’aun.
Istri
Fir’aun merasa sangat bahagia mendapatkan anak laki-laki itu, namun Fir’aun
telah mengetahui akan anak itu, istrinyapun memohon pada Fir’aun agar anak
tersebut jangan dibunuh, ternyata Fir’aun menuruti permintaan istrinya itu.
Lalu anak tersebut diberi nama Musa.
Benar saja,
apa yang diramalkan oleh para peramal itu menjadi kenyataan, Musa telah
beranjak dewasa, dan dia menentang segala ajaran yang diajarkan oleh Fir’aun,
sampai akhirnya terjadilah pertengkaran yang hebat, namun akhirnya Fir’aun dan
para pengikutnya harus menerima kenyataan, bahwa mereka telah kalah, Fir’aun
meninggal dunia ditengah-tengal sungai Nil, karena semasa dia hidup selalu
membangkan oleh tuhan, makan segala jagat isi bumi yang dimiliki Tuhan tidak
menerima kehadirannya, Fir’aun telah dikuburkan ditanah, namun kenyataannya
tanah tersebut tidak menerimanya, lalu Fir’aun ditenggelamkan, tetapi laut
tidak menerimanya, jasadnya mengapung ditengah-tengah lautan, dan akhirnya
jasadnya dimasukkan kedalam peti dan diawetkan. Dan sampai sekarang kita dapat
melihat jasad seorang Fir’aun yang terkenal membangkan terhadap tuhan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar