Jumat, 27 September 2013

Fakta Dibalik Peti Kematian Fir’aun


Bagaimana jadinya jika seorang manusia mengakui dirinya sebagai tuhan? 
Padang pasir, merupakan salah satu ciri Negri Mesir, dalam kitab suci Al-Qur’an banyak surat yang menceritakan tentang tokoh yang bernama Fir’aun, pada zamannya, Mesir merupakan negri yang dipimpin oleh seorang raja, yang bernama fir’aun.
Diceritakan, Fir’aun ini adalah tokoh yang membangkang terhadap Tuhan, dia merasa bahwa dirinyalah Tuhan, dia menyuruh para rakayatnya menyembah kepadanya, jika ada yang tidak menyembahnya, maka orang tersebut akan  disiksa samapi mati, dirinya juga tidak pernah merasa sakit, selalu sehat , dan hartanyapun bergelimang. Fir’aun merasa sombong terhadang kekuasaanya.
Sampai suatu ketika, dia bermimpi tentang hal yang membuat dirinya takut, para peramal mimpi didatangkan keistananya, para peramal mengatakan bahwa sebentar lagi akan lahir seorang anak laki-laki dan akan mengambil kekuasaan Fir’aun, mendengar itu Fir’aun tidak terima bahwa dirinya akan jatuh dan hancur. Lalu dibuatlah suatu aturan , jika ada dinegara tersebut lahir seorang bayi laki-laki, maka bayi tersebut wajib dibunuh, dan jika bayi yang lahir itu adalah bayi perempuan, makan dibiarkan hidup.
Telah banyak seorang ibu kehilangan anaknya karena peraturan itu. Dan ternyata ada seorang ibu yang melahirkan seorang anak laki-laki, namun dia merasa tidak tega untuk menyerahkan anak yang disayanginya itu kepada Fir’aun untuk dibunuh, lalu ibu itu mengambil sebuah peti, dimasukkannyalah anak laki-laki itu kedalam peti itu, dan dihanyutkan disepanjang sungai Nil,dan ternyata peti tersebut ditemukan oleh istri Fir’aun.
Istri Fir’aun merasa sangat bahagia mendapatkan anak laki-laki itu, namun Fir’aun telah mengetahui akan anak itu, istrinyapun memohon pada Fir’aun agar anak tersebut jangan dibunuh, ternyata Fir’aun menuruti permintaan istrinya itu. Lalu anak tersebut diberi nama Musa.
Benar saja, apa yang diramalkan oleh para peramal itu menjadi kenyataan, Musa telah beranjak dewasa, dan dia menentang segala ajaran yang diajarkan oleh Fir’aun, sampai akhirnya terjadilah pertengkaran yang hebat, namun akhirnya Fir’aun dan para pengikutnya harus menerima kenyataan, bahwa mereka telah kalah, Fir’aun meninggal dunia ditengah-tengal sungai Nil, karena semasa dia hidup selalu membangkan oleh tuhan, makan segala jagat isi bumi yang dimiliki Tuhan tidak menerima kehadirannya, Fir’aun telah dikuburkan ditanah, namun kenyataannya tanah tersebut tidak menerimanya, lalu Fir’aun ditenggelamkan, tetapi laut tidak menerimanya, jasadnya mengapung ditengah-tengah lautan, dan akhirnya jasadnya dimasukkan kedalam peti dan diawetkan. Dan sampai sekarang kita dapat melihat jasad seorang Fir’aun yang terkenal membangkan terhadap tuhan itu.
                                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar